.Etika dan Profesi

Etika dan etiket  nampaknya  sama, namun  sebenarnya  terdapat perbedaan yang  nyata. Etiket   berasal  dari  kata  “etiquette”  (bahasa  Perancis)  yang  berarti label  atau    tanda  pengenal  seperti  pada  etiket  buku  atau  label  pada  barang. Kemudian  pengertian  ini  berkembang  menjadi  semacam  persetujuan  bersama untuk menilai sopan tidaknya seseorang dalam (satu jenis) pergaulan. Dengan  pengertian  ini  maka  dalam  pergaulan  hidup  dapat  diketahui bahwa:
1.  Etiket  itu  merupakan  sikap  yang  terkandung  nilai  sopan  santun  dalam pergaulan;
2.  Etiket itu semacam pakaian terbatas yang hanya dipakai pada keadaan dan situasi tertentu.
Oleh  karena  itu,  etiket  banyak  jenisnya  seperti  etiket  bertamu,  etiket menerima tamu, etiket menelpon, dan lainnya. Disamping itu mengingat etiket itu mengandung  sopan  santun  dan  sebagai  salah  satu  ajaran,  maka  etiket  menjadi bagian dari ajaran etika terutama etika sosial. Etika merupakan  cabang  filsafat  yang membicarakan  nilai dan  norma moral yang menentukan perilaku manusia dalam hidupnya. Nilai adalah standar/ukuran yang  telah  disepakati  masyarakat  tertentu  tentang  suatu  perilaku.  Norma memberikan pedoman bagaimana seharusnya seseorang bertindak secara baik dan tepat  sekaligus  menjadi  dasar  penilaian  baik buruknya  suatu  tindakan  apakah sesuai  etika  yang  berlaku  atau  tidak.  Dalam  perkembangannnya,  norma  dapat dibagi menjadi norma khusus dan norma umum. Norma khusus  adalah  aturan  yang  berlaku  dalam  bidang maupun  aktivitas tertentu misalnya  aturan bermain,  aturan  kunjungan  pada pasien  di  rumah  sakit, aturan mengikuti  kuliah,  dan  lainnya. Norma  umum    lebih  bersifat  umum  dan universal  yang  dapat dibagi menjadi;  norma  sopan  santun/etiket,  norma  hukum, dan norma moral.
1.  Norma sopan santun, yakni norma yang mengatur pola perilaku dan sikap lahiriah seperti makan, minum, tata cara bertamu, menerima tamu, memberi sambutan, dan lainnya.
2.  Norma hukum,  yakni  norma  yang dituntut masyarakat  secara  tegas demi keselamatan,  ketenteraman,  dan  kesejahteraan masyarakat. Norma  hukum ini   ada yang tertulis seperti yang tertulis pada KUHP, tetapi ada juga yang tidak tertulis seperti hukum sosial dalam masyarakat. Dalam hal ini apabila seseorang  tidak   mengikuti  aturan-aturan  yang  berlaku dalam masyarakat, maka  masyarakatlah  yang  akan  memberikan  sanksi  maupun  hukuman. Pelanggaran  norma  hukum  dalam masyarakat  itu  antara  lain  tidak  pernah ta’ziyah,  tidak  pernah  kerja  bakti,  tidak  pernah  datang  apabila  diundang kenduri, dan lainnya.
3.  Norma  moral,  yakni  aturan  yang  berkaitan  dengan  sikap  dan  perilaku manusia sebagai manusia biasa tidak ada hubungannya dengan jabatan dan karir.  Dalam  hal  ini  dapat  ditentukan  baik  buruknya  seseorang  dalam
kapasitasnya sebagai manusia. Penilaian moral  ini ditujukan pada bagaimana  seorang karier menjalankan
tugasnya  dengan  baik  sebagai  manusia. Dalam  hal  ini  ditekankan  pada  sikap mereka  dalam  menghadapi  tugas,  dalam  menghargai  kehidupan  manusia,  dan dalam menghadapi dirinya sebagai manusia ketika menjalankan profesinya. Etika akan menuntun seseorang untuk bertindak dengan tepat sesuai norma yang berlaku dalam suatu kelompok masyarakat maupun profesi tertentu. Dengan demikian etika masyarakat atau etika profesi satu dengan yang lain berbeda.

Pada dasarnya, etika dapat dibagi menjadi etika umum dan etika khusus:
1. Etika Umum
Etika  umum  ialah  etika  yang  membahas  tentang  kondisi-kondisi  dasar bagaimana manusia itu bertindak secara etis. Etika inilah yang dijadikan dasar dan pegangan manusia  untuk  bertindak  dan  digunakan  sebagai  tolok  ukur  penilaian baik buruknya suatu tindakan.
2. Etika Khusus
Etika khusus  ialah penerapan moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus misalnya olah raga, bisnis, atau profesi tertentu. Dari sinilah nanti akan lahir etika bisnis dan etika profesi (wartawan, dokter, hakim, pustakawan, dan
lainnya). Kemudian etika khusus ini dibagi lagi menjadi etika individual dan etika sosial.
a. Etika Individual
Etika individual ini adalah etika yang berkaitan dengan kewajiban dan sikap manusia terhadap dirinya sendiri, misalnya:
1). Memelihara kesehatan dan kesucian lahiriah dan batiniah                                                                              2). Memelihara kerapian diri, kamar, tempat tingggal, dan lainnya;
3). Berlaku tenang;
4). Meningkatkan ilmu pengetahuan;
5). Membina kedisiplinan , dan lainnya.

Disamping itu dalam hubungannya denga Allah SWT, manusia memiliki beberapa kewajiban antara lain:
1). Beriman;
2). Taat;
3). Ikhlas;
4). Tawadhu’ dan khusuk;
5). Berdo’a dan berpengharapan/optimis;
6). Baik sangka;
7). Tawakal;
8). Bersyukur;
9). Qana’ah;
10). Malu/alhaya’u;
11). Bertobat, istighfar

b. Etika Sosial
Etika  sosial  adalah  etika  yang membahas  tentang  kewajiban,  sikap,  dan pola perilaku manusia sebagai anggota masyarakat pada umumnya. Dalam hal ini menyangkut  hubungan  manusia  dengan  manusia,  baik  secara  individu  maupun dalam kelembagaan (organisasi, profesi, keluarga, negara, dan lainnya).

PENGERTIAN PROFESI

Profesi berasal dari bahasa latin “Proffesio” yang mempunyai dua pengertian yaitu janji/ikrar dan pekerjaan. Bila artinya dibuat dalam pengertian yang lebih luas menjadi kegiatan “apa saja” dan “siapa saja” untuk memperoleh nafkah yang dilakukan dengan suatu keahlian tertentu. Sedangkan dalam arti sempit profesi berarti kegiatan yang dijalankan berdasarkan keahlian tertentu dan sekaligus dituntut daripadanya pelaksanaan norma-norma sosial dengan baik. Profesi merupakan kelompok lapangan kerja yang khusus melaksanakan kegiatan yang memerlukan ketrampilan dan keahlian tinggi guna memenuhi kebutuhan yang rumit dari manusia, di dalamnya pemakaian dengan cara yang benar akan ketrampilan dan keahlian tinggi, hanya dapat dicapai dengan dimilikinya penguasaan pengetahuan dengan ruang lingkup yang luas, mencakup sifat manusia, kecenderungan sejarah dan lingkungan hidupnya serta adanya disiplin etika yang dikembangkan dan diterapkan oleh kelompok anggota yang menyandang profesi tersebut.

Profesi merupakan bagian dari pekerjaan, namun tidak setiap pekerjaan adalah profesi. Seorang petugas staf administrasi bias berasal dari berbagai latar ilmu, namun tidak demikian halnya dengan Akuntan, Pengacara, Dokter yang membutuhkan pendidikan khusus.

Profesi merupakan suatu pekerjaan yang mengandalkan keterampilan dan keahlian khusus yang tidak didapatkan pada pekerjaan-pekerjaan sebelumnya. Profesi merupakan suatu pekerjaan yang menuntut pengemban profesi tersebut untuk terus memperbaharui keterampilannya sesuai perkembangan teknologi.

Belum ada kata sepakat mengenai pengertian profesi karena tidak ada standar pekerjaan/tugas yang bagaimanakah yang bisa dikatakan sebagai profesi. Ada yang mengatakan bahwa profesi adalah “jabatan seseorang walau profesi tersebut tidak bersifat komersial”.  Secara tradisional ada 4 profesi yang sudah dikenal yaitu kedokteran, hukum, pendidikan, dan kependetaan.

Pekerjaan tidak sama dengan profesi. Istilah yang mudah dimengerti oleh masyarakat awam adalah: sebuah profesi sudah pasti menjadi sebuah pekerjaan, namun sebuah pekerjaan belum tentu menjadi sebuah profesi. Profesi memiliki mekanisme serta aturan yang harus  dipenuhi sebagai suatu ketentuan, sedangkan kebalikannya, pekerjaan tidak memiliki aturan yang rumit seperti itu. Hal inilah yang harus diluruskan di masyarakat, karena hampir semua orang menganggap bahwa pekerjaan dan profesi adalah sama.

Berikut ini adalah pengertian dan definisi profesi:

# SCHEIN, E.H (1962)

Profesi adalah suatu kumpulan atau set pekerjaan yang membangun suatu set norma yang sangat khusus yang berasal dari perannya yang khusus di masyarakat

# HUGHES, E.C (1963)

Perofesi menyatakan bahwa ia mengetahui lebih baik dari kliennya tentang apa yang diderita atau terjadi pada kliennya

# DANIEL BELL (1973)

Profesi adalah aktivitas intelektual yang dipelajari termasuk pelatihan yang diselenggarakan secara formal ataupun tidak formal dan memperoleh sertifikat yang dikeluarkan oleh sekelompok / badan yang bertanggung jawab pada keilmuan tersebut dalam melayani masyarakat, menggunakan etika layanan profesi dengan mengimplikasikan kompetensi mencetuskan ide, kewenangan ketrampilan teknis dan moral serta bahwa perawat mengasumsikan adanya tingkatan dalam masyarakat

# PAUL F. COMENISCH (1983)

Profesi adalah “komunitas moral” yang memiliki cita-cita dan nilai bersama

# KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA

Profesi adalah bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (ketrampilan, kejuruan, dan sebagainya) tertentu

# K. BERTENS

Profesi adalah suatu moral community (masyarakat moral) yang memiliki cita-cita dan nilai-nilai bersama

# SITI NAFSIAH

Profesi adalah suatu pekerjaan yang dikerjakan sebagai sarana untuk mencari nafkah hidup sekaligus sebagai sarana untuk mengabdi kepada kepentingan orang lain (orang banyak) yang harus diiringi pula dengan keahlian, ketrampilan, profesionalisme, dan tanggung jawab

# DONI KOESOEMA A

Profesi merupakan pekerjaan, dapat juga berwujud sebagai jabatan di dalam suatu hierarki birokrasi, yang menuntut keahlian tertentu serta memiliki etika khusus untuk jabatan tersebut serta pelayananbaku terhadap masyarakat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: